Rumah Sakit Ibu dan Anak - Lombok Dua Dua

Bayi Alergi Susu Sapi

Bayi yang alergi terhadap susu sapi biasanya diberi susu soya (kedelai), bagaimana cara agar bayi/anak anda tidak alergi terhadap susu sapi?

Dewasa ini banyak sekali ibu yang tidak bisa memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Alasan utama yang dihadapi ibu adalah karena dirinya bekerja, sedangkan ASI sering tidak bisa keluar sehingga tidak dapat disimpan di rumah sebagai persediaan bayi. Untuk mengatasi hal ini, banyak ibu yang bekerja ataupun mengalami kesulitan menyusui akhirnya memutuskan untuk memberikan formula susu sapi sebagai pengganti ASI.

Bila anda memilih untuk memberikan formula susu sapi sebagai pengganti ASI, maka harus waspada bila bayi anda sering buang air besar dan lemas setelah diberi susu sapi. Ada kemungkinan bayi/anak anda alergi terhadap susu sapi. Bayi yang baru lahir sampai dengan usia kurang dari 2 tahun memang rentan terkena alergi susu sapi. Ini dikarenakan tubuh bayi menolak adanya protein yang terdapat pada susu sapi sehingga protein tersebut tidak tercerna dengan baik dan bahkan menimbulkan gangguan pencernaan / alergi yang ditandai dengan sering buang air besar sampai gatal-gatal.

Alergi ini disebabkan karena sistem pencernaan bayi belum mampu mencerna bahan pembentuk protein susu sapi yang memang berbeda dengan bahan pembentuk protein yang terkandung pada ASI (Air Susu Ibu). Atas dasar penolakan tubuh bayi atas protein susu sapi, masyarakat kemudian beranggapan bayi yang terkena alergi susu sapi sebaiknya diganti dengan susu soya/kedelai. Ini dikarenakan komposisi protein yang terkandung dalam susu soya/kedelai berbeda dengan protein susu sapi. Inilah alasan kenapa anda harus mencoba memberikan susu soya/kedelai kepada bayi yang alergi susu sapi.

Namun demikian menurut penelitian, 30% dari bayi yang terkena alergi susu sapi ternyata juga mengalami alergi susu soya/kedelai. Bagi anda yang termasuk dalam 70% lainnya memang masih bersukur bayi anda tidak alergi terhadap susu soya/kedelai. Anda yang termasuk dalam kategori 30% lainnya memang patut waspada, karena bayi anda tetap memerlukan susu sebagai pelengkap asupan gizi lain sebagai pengganti ASI.

Dewasa ini terdapat susu dengan formula terhidrolisa sebagian (partially hydrolyzed) maupun susu dengan formula terhidrolisa penuh (extensively hydrolyzed). Susu jenis ini cocok untuk diberkan kepada bayi yang alergi terhadap susu sapi maupun bayi yang alergi terhadap susu soya/kedelai. Protein yang terdapat pada kedua jenis susu ini telah di potong – potong sedemikian rupa sehingga sistem pencernaan bayi mudah untuk mencerna dan menyerap protein tersebut. Susu ini relative sulit untuk mencarinya jadi sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anak untuk masalah ini.

Bagi bayi yang terlanjur alergi susu sapi, sebaiknya sangat menghindari komposisi protein susu sapi dalam formula susu sapi maupun makanan lain yang mengandung protein susu sapi agar alergi bayi tidak berlanjut. Alergi yang sangat akut bahkan dapat menimbulkan bahaya seperti kematian yang mendadak.

Riset membuktikan bahwa penyebab utama bayi alergi terhadap susu sapi adalah bayi tidak mendapat kolostrum (ASI yang keluar selama 2-3 bulan pertama sejak melahirkan). Untuk menghindari terjadiny alergi bayi terhadap susu sapi sebaiknya anda memberinya ASI sesegera mungkin setelah melahirkan. Perlu anda ketahui bahwa inisiasi untuk menyusu (oleh bayi) sangat ditentukan di masa-masa tersebut. Ibu pun lewbih mudah menyusui apa bila ibu bisa memberikan kolostrum awalnya kepada bayi.

Leave a Reply

*
Back to Top
Back to Previous Page