Rumah Sakit Ibu dan Anak - Lombok Dua Dua

KEAJAIBAN RAHIM

oleh Retina Indanwati, dr, SpOG

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

 

 

Allah SWT berfirman:

 

“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina. Kemudian Kami letakkan Dia dalam tempat yang kokoh (rahim). Sampai waktu yang ditentukan, Lalu Kami tentukan (bentuknya), Maka Kami-lah Sebaik-baik yang menentukan”. (QS. Al Mursalat: 21-23)

 

“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”. (QS. Al Mu’minun: 12-14)

 

Sering kali saya mendengar beberapa pasien yang datang kepada saya mengatakan bahwa penyebab gagalnya suatu kehamilan adalah rahim yang lemah. Pada kesempatan ini saya ingin membetulkan kesalah pahaman yang sering terjadi tersebut.

 

Sudah jelas dinyatakan dalam Al Qur’an bahwa rahim merupakan tempat yang KOKOH. Kokoh di sini meliputi beberapa aspek yaitu anatomi dan fisiologi. Secara anatomi rahim dikelilingi oleh tulang-tulang dan otot-otot yang Allah SWT ciptakan sedemikian rupa untuk menjaga rahim agar tetap di tempatnya. Dan secara fisiologi rahim dilengkapi dengan sistem pertahanan tubuh dan sistem hormonal yang bekerja secara berkesinambungan untuk menjaga serta menjamin “keamanan” lingkungan rahim.

 

Kehamilan merupakan proses fisiologis, bukan penyakit. Namun jangan dilupakan bahwa buah kehamilan merupakan perpaduan antara sel telur (milik ibu) dan sperma (milik ayah). Nah, sperma merupakan benda asing bagi tubuh ibu. Sistem pertahanan rahim pun mengenali sperma sebagai benda asing dan secara otomatis akan “menyerang” sperma. Namun dengan adanya peran serta hormon progesteron yang bersifat “menenangkan” rahim, akhirnya sistem pertahanan rahim “luluh” sehingga dapat menerima kehadiran sperma dalam dirinya (rahim). Begitulah sedikit cerita tentang suatu kehamilan normal.

 

Pada kehamilan yang bermasalah, misalnya ancaman keguguran yang ditandai dengan  perdarahan yang tidak wajar saat hamil, hal tersebut bukan dikarenakan kelemahan rahim. Justru sistem pertahanan rahim yang sangat kuat bahkan sangat sensitif yang menimbulkan kejadian tersebut. Dengan alasan itu, para dokter memberikan preparat progesteron untuk menenangkan rahim agar tidak terlalu sensitif. Jadi, kata-kata “obat penguat rahim” sangat tidak logis pada kasus ini.

 

Namun pada beberapa kejadian, sistem pertahanan rahim mampu mengenali bakal bagaimana kelanjutan buah kehamilan tersebut. Subhanallah, itu semua bukanlah suatu kebetulan, tetapi Allah SWT yang memerintahkannya. Jika sistem pertahanan rahim mengenali buah kehamilan bakal jadi tidak baik, maka sistem pertahanan rahim akan memerintahkan rahim mengeluarkan isinya dengan cara berkontraksi sehingga terlihat sebagai perdarahan yang tidak normal saat kehamilan. Jika sudah begitu, apapun obat yang diberikan untuk “menenangkan” rahim tidak akan berhasil melindungi buah kehamilan itu. Begitu hebatnya Allah menciptakan dunia seisinya.

 

Semoga setelah “cerita” ini tidak ada lagi yang mengatakan “ibu keguguran karena rahim ibu lemah”… Untuk kasus-kasus lain seperti prolaps uteri (turunnya rahim yang disebabkan kendornya jaringan penunjang sekitarnya), itupun bukan karena rahimnya yang lemah, tetapi kendornya jaringan penunjang sekitar rahim (jaringan ikat dan otot/ligament).

 

Semua kebenaran hanyalah milik Allah SWT semata…

Leave a Reply

*
Back to Top
Back to Previous Page