Rumah Sakit Ibu dan Anak - Lombok Dua Dua

Mengajak bermain Anak sedini mungkin : stimulasi otak sedini mungkin

           Ajaklah anak untuk berinteraksi terus menerus dan bervariasi sesuai umur perkembangannya. Pastikan suasana bermain menyenangkan dan tidak terburu-buru. Perhatikan juga minat anak terhadap permainan. Permainan yang diberikan pada bayi tidak boleh digantikan fungsinya dengan TV ataupun video sebab stimulasinya bersifat pasif tidak merangsang minat bicara bayi. Selain itu, TV dan video terkadang mengandung banyak unsur negatif seperti agresifitas, kekerasan dan penggunaan bahasa yang kurang mendidik.
           Kehidupan seseorang sudah dapat ditentukan saat usianya menginjak 3 tahun. Pada usia tersebut, sel-sel otak tumbuh dengan sangat cepat semenjak dilahirkan. Segala hal yang terjadi pada rentang waktu ini akan mempengaruhi perkembangan bayi untuk selanjutnya. Untuk merangsang perkembangan otak bayi, perlu diberikan permainan sesuai tahapan usianya.
Sel-sel otak janin tumbuh dan berkembang cepat sejak bulan pertama dalam kandungan. Pada usia 6 bulan, sel-sel otak membentuk banyak sinaps atau sambungan sel saraf dan membentuk rangkaian sirkuit fungsional yang kompleks. Proses ini berlangsung cepat sampai usianya mencapai 3 tahun.
           Untuk mengoptimalkan pertumbuhan sel saraf pada otak bayi, dibutuhkan 3 faktor yang saling melengkapi, yaitu fisik, kasih sayang dan stimulasi dini. Kebutuhan fisik dapat dipenuhi dari asupan nutrisi yang mempengaruhi pertumbuhan sel otak. Kebutuhan kasih sayang berfungsi mempengaruhi kemandirian dan kecerdasan emosi. Sedangkan stimulasi dini bermanfaat untuk merangsang seluruh indera anak.
           Stimulasi dini pada bayi dan balita merupakan permainan yang merangsang semua indera, merangsang gerakan kasar dan halus, kemampuan komunikasi, emosi, kreatifitas dan kemandirian. Kesemuanya merupakan cikal bakal proses pembelajaran anak,
Praktiknya, stimulasi dini dilakukan dengan cara memberikan permainan kepada anak sesuai dengan tingkatan umurnya.
          Pada saat bayi 0 – 3 bulan, permainan yang bisa diberikan adalah dipeluk atau digendong, menatap mata bayi, diajak senyum dan bicara atau bernyanyi, digulingkan kanan kiri saat telentang atau tengkurap dan dirangsang memegang mainan.
          Pada bulan ketiga, bayi sudah mulai aktif dan belajar banyak hal seperti mengenali dan membedakan wajah ibu dan bapaknya. Perkembangan bayi 3 bulan sungguh pesat dan ia sudah mulai mengamati benda-benda disekelilingnya dan mulai ingin menyentuh benda tersebut. Sang bayi juga mulai lebih sadar dalam gerakanya dan gerak reflek bayi kemudian kebiasaan tangan menggenggam sudah mulai hilang. Bayi sudah mulai bisa menggerakan tangan untuk menyentuh benda-benda dan perkembangan jarinya juga sudah pesat. Pada usia 3 bulan bayi sudah bisa memandang dan melambaikan tangan walau sedikit tidak terarah.
          Pada fase perkembangan bayi 3 bulan, sang bayi perlu diawasi lebih ketat karena dia mulai memasukkan benda-benda yang diraihnya kedalam mulut. Pada usianya yang 3 bulan bayi mulai suka mendengarkan suara-suara asing dan terutama suaranya sendiri. Pada fase ini, benda mainan bayi sudah bisa diberikan dan hendaknya dipilih benda mainan yang terbuat dari karet dengan ujung yang tumpul. Pilih juga mainan yang tidak diberi pewarna seperti cat dan juga pilih mainan yang bisa bersuara untuk melatih telinga bayi. Untuk merangsang bayi agar aktif, maka mainan tersebut bisa digantung diatas box tempat tidur. Selain itu, sebaiknya bayi juga diperdengarkan lagu-lagu lembut yang bisa merangsang perkembangan otaknya. Pada usia 3 bulan, bayi sudah belajar menggumam dan suara-suara seperti P,B, dan M menjadi gumamannya yang pertama. Jangan heran bayi usia 3 bulan sudah mulai bisa menyebut mama atau papa walau masih tidak begitu jelas. Bayi pada usia 3 bulan sudah bisa diajak berkomunikasi dan cara bayi berkomunikasi adalah dengan menggerak-gerakan tanganya. Dia juga sudah bisa mengekpresikan gembira, sedih, dan tertawa. Bayi usia 3 bulan akan meraih apapun yang disodorkan kepadanya dan tertawa senang sambil kakinya menendang-nendang. Pada usia 3 bulan bayi sudah bisa menunggu ibunya untuk memberikan apa yang dia inginkan selain itu bayi juga lebih jarang menangis jika lapar dan hanya sekedar merengek saja.
             Untuk usia 3 – 6 bulan, permainan ditambah dengan permainan cilukba, permainan melihat wajah di cermin, dan dirangsang tengkurap atau telentang bolak-balik.
             Permainan  untuk usia 4 bulan dapat menggunakan per maianan meraih dan menggoyang. Tawarkan giring-giring kepada buah hati Anda, gelang-gelangan berukuran empat inci (10cm), boneka yang terbuat dari kain dan selimut kecil yang lembut.
Permainan duduk dan menepuk. Gantungkan mainan yang menarik atau bergerak yang berada didalam jangkauan si buah hati. Perhatikan betapa ia akan meninjunya atau mencoba untuk memeluk mainan itu.
             Mainan yang bisa ditendang. Ballon gas hellium yang memiliki tali pendek, mainan dengan bunyi berderik, dan mainan yang menimbulkan suara lainnya, bisa diletakkan di dekat pergelangan kakinya untuk meningkatkan kemampuan menendangnya. Ia juga bisa menendang benda yang bergerak atau bola pada jarak yang tidak jauh, semua tentunya di bawah pengawasan Anda.
Bernain dengan ibu jari. Di bawah pengawasan, beri buah hati Anda segulung benang untuk mengaktifkan jari jemarinya. Ubah teksturnya dengan menggunakan bermacam jenis benang. Dengan memotong benang menjadi sepanjang enam inci dan mengikatkannya pada jari bayi, hal itu dapat membantu dia untuk menyadari bahwa ia bisa menggerakkan benang-benang itu secara terpisah. Sesudahnya, boneka yang ringan dapat ditambahkan pada benang yang menggantung.
Duduk di atas sofa. Dudukkan bayi pada bantalan sofa. Ia bisa menghabiskan waktu lima menit sampai sepuluh menit guna melihat-lihat dan menikmati posisi serta tempat terbaru yang menyenangkan.
Permainan mengguling-gulingkan mainan. Berikan bola pantai yang besar kepada bayi Anda, dan gelindingkan secara pelan ke depan dan ke belakang, ini akan memabantunya untuk mengembangkan keseimbangan.
Bermain cilukba. Permainan kuno favorit ini bisa dimainkan dengan menyembunyikan wajah Anda di balik pakaian atau poster, dan muncul secara tiba-tiba dari balik ranjang si buah hati. Pastikan untuk berbicara kepada buah hati Anda dan membuat mimik wajah yang dilebih-lebihkan.
              Permainan menarik benda. Peganglah benda berbentuk batangan kecil, seperti tongkat golf di depan dada bayi Anda. Ia akan meraihnya, mempererat pegangannya, dan secara perlahan menarik dirinya sendiri ke atas.
Bermain dengan cermin. Bayi suka bila didudukkan dan dipegang di depan kaca, sambil menikmati gerakan mereka sendiri.
Kitik-kitik. Lakukan permainan itu sambil menggunakan suatu vokal tertentu sehingga Anda berdua akan tertawa lepas. Dan yang terpenting adalah kewaspadaan terhadap sang bayi, jangan sampai Anda lengah dan meninggalkan bayi Anda bermain sendiri.
Ketika menginjak usia 6 – 9 bulan, permainan ditambah dengan memanggil namanya, diajak salaman atau tepuk tangan, dibacakan dongeng dan dirangsang duduk serta berdiri berpegangan.
Menginjak usia 9 – 12 bulan, permainan ditambah dengan mengulang kata mama-papa, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, bermain bola dan dilatih berdiri atau jalan berpegangan.
Menginjak usia 12 – 18 bulan, permainan ditambah dengan permainan mencorat-coret, menyusun kubus, menyebut nama atau bagian badan, bermain imajinatif dan permainan untuk melatih kemampuan motorik.
Menginjak usia 18 – 24 bulan, permainan ditambah dengan menyebut benda di sekitarnya, mengajak bicara mengenai kegiatan sehari-hari, permainan menggambar garis, serta dilatih mencuci tangan dan memakai pakaian.
Dengan mengajak bermain sedini mungkin, akan memberikan stimulasi otak untuk tumbuh berkembang lebih baik sebagai modal tumbuh kembang anak dikemudian hari.
Dr. Reza Ranuh, SpAK
RS. Bersalin Lombok Dua-Dua
Surabaya

Leave a Reply

*
Back to Top
Back to Previous Page