Rumah Sakit Ibu dan Anak - Lombok Dua Dua

PERUBAHAN TUBUH SETELAH MELAHIRKAN

Tubuh memerlukan waktu untuk kembali sehat, setelah proses melahirkan. Selama proses itu,
bersiaplah terhadap beberapa ketidaknyamanan atau rasa sakit yg mungkin timbul. Beberapa yang
mungkin akan dihadapi ialah

1. Kontraksi lanjutan

Rahim yang membesar semasa kehamilan akan kembali ke ukuran normal. Kurang lebih
berlangsung selama 6 minggu. Proses mengecilnya rahim ini bisa menimbulkan rasa mulas,
sakit. Kadang rasa sakitnya kuat, terutama saat menyusui. Mengompres perut dengan air
hangat kan membantu, atau silakan konsultasi dg dokter anda.

2. Sembelit

Terutama bagi anda yang melahirkan dengan operasi caesar, adanya jahitan di perut
seringkali menyebabkan anda kurang bebs bergerak. Hal ini memberikan kontribusi
terhadap timbulnya sembelit saat BAB. Cara mengatasinya adalah dengan banyak makan
makanan berserat, minum air putih, dan segera aktif sesudah melahirkan.

3. Keringat berlebih

Setelah bayi lahir, terjadi perubahan hormon di dalam tubuh. Salah satu akibatnya adalah
keringat berlebih. Ini reaksi wajar karena tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan
hormon tersebut. Banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi

4. Lochea

Selama hamil, rahim dipenuhi oleh pembuluh darah dan jaringan lunak yang menunjng
kehidupan janin. Setelah melahirkan, keduanya akan dikeluarkan melalui vagina. Kondisi ini
disebut lochea. Darah yang keluar berwarna terang, dan dalam beberapa hari akan menjadi
sedikit dan berwarna coklat, kekuningan dan akhirnya jernih. Setelah sebulan atau enam
minggu setelah melahirkan, barulah berhenti. Jagalah kebersihan daerah intim agar tidak
menimbulkan infeksi.

5. Baby blues

Setelah melahirkan, kadar hormon estrogen dan progesteron turun drastis, sehingga emosi
menjadi tidak stabil. Pada masa sensitif ini, berpikir positif dan dukungan serta perhatian
keluarga akan sangat membantu.

6. Infeksi

Pada masa pemulihan tubuh rentan terhadap infeksi. Penyebabnya bisa karena lelah dan
makan tidak teratur sehingga daya tahan tubuh menurun. Salah satu resiko tinggi untuk
mendapatkan infeksi ialah proses persalinan yang sulit, lama, dan bila ketuban pecah dini.
Sebab semua kesulitan akan memerlukan tindakan medis dan alat yang bsa menimbulkan
luka yang lebih luas. Infeksi bisa sampai ke payudara, vagina, rahim, dan saluran kemih.

Gejala bisa berupa panas badan, rasa menggigil, sakit atau pembengkakan di payudara, atau
nyeri di bagian lain. Sebaiknya segera konsultasi pada dokter.

Namun demikian kita tidak perlu khawatir. Tidak semua ibu akan mengalami hal ini. Yang
terpenting, selalu siapkan diri kita agar tercapai kondisi yang optimal dalam menghadapi
persalinan dan masa nifas. Jangan lupa untuk berkomunikasi dengan dokter anda.

 

oleh:

dr Chandra damayanti, SpOg

Leave a Reply

*
Back to Top
Back to Previous Page