Rumah Sakit Ibu dan Anak - Lombok Dua Dua

Sulit Menyusui? 7 Tanda Bayi Bermasalah Saat Menempel Payudara Ibu

Cara bayi menempelkan mulut ke payudara Ibu sangat penting untuk mendapatkan cukup ASI, nutrisi yang sangat penting bagi bayi. Cara penempelan ini bisa menghindarkan Ibu dari rasa sakit. Ada tujuh tanda yang bisa diperhatikan bila bayi ternyata memiliki masalah dalam hal menempel payudara Ibu:

1. Ibu mengalami sakit pada bagian puting payudara

Berlawanan dengan kepercayaan populer, rasa sakit bukanlah bagian normal dari pengalaman menyusui. “Ketika bayi pertama kali mengisap payudara, ibu baru mungkin merasakan tarikan dan sedikit ketidaknyamanan, tapi rasa sakit menunjukkan ada masalah dengan penempelan,” kata Deedra Franke, perawat dan Konsultan Laktasi Bersertifikat Internasional di Mercy Medical Center di Baltimore. Meskipun Ibu mengalami beberapa ketidaknyamanan, rasa sakit yang sering dirasakan harus segera dibicarakan dengan konsultan atau dokter ahli lainnya.

2. Puting payudara Ibu pecah-pecah dan berdarah

Banyak perempuan percaya bahwa pecah-pecah dan pendarahan pada bagian puting dianggap normal selama beberapa minggu pertama menyusui dan ini adalah salah satu keluhan paling umum yang diberitahukan oleh para ibu yang berhenti menyusui.
Tapi menurut Deedra, hal tersebut sebenarnya tidak normal, karena pecah-pecah dan pendarahan saat menyusui harus ditangani oleh para ahli, sebelum kerusakan pada puting susu menjadi terlalu parah. Payudara yang pecah-pecah dan berdarah membuat kegiatan menyusui menjadi terasa sakit dan Ibu berisiko terkena infeksi.

3. Bibir bayi melengkung di bawah

Kapan pun bayi akan disusui, bibirnya harus terangkat. Jika bibirnya melengkung di bawah, atau sepertinya ia sedang mengisap bibirnya ke dalam mulutnya melalui payudara, maka timbul masalah menyusui seperti rasa sakit untuk Ibu atau transfer susu yang tidak efisien untuk bayi.

4. Ibu memiliki bekas merah akibat penempelan mulut bayi

Jika mulut bayi tidak terbuka lebar saat menempel di payudara, akan timbul masalah pada penempelannya yang tidak menyamankan Ibu dan menyulitkan bayi mendapatkan cukup susu. Satu tanda jika bayi memiliki masalah perekatan payudara Ibu tanda merah atau bekas perekatan bayi.

5. Payudara Ibu tidak terasa penuh sampai hari ke enam

Normal saja jika Ibu tidak merasakan bahwa payudara penuh pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Susu pertama adalah kolostrum, yang diproduksi dalam jumlah yang lebih kecil, namun menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi.
Payudara yang terasa penuh adalah tanda umum bahwa payudara telah memproduksi susu setelah Ibu melahirkan. Jika tidak mengalami kepenuhan di payudara dan jika Ibu tidak dapat mengeluarkan susu, bayi tidak dapat menempel dengan baik.
“Payudara ibu harus mulai mengisi antara hari ke tiga dan ke lima,” ungkap Kathy McCoy, Konsultan Laktasi IU Health Methodist Hospital di Indianapolis. “Jadi, jika payudara tidak segera memproduksi ASI setidaknya hubungi dokter.

6. Berat badan bayi hanya bertambah perlahan atau kehilangan berat badan

Penurunan berat badan atau kenaikan berat badan lambat pada akhir minggu pertama bisa menjadi pertanda bahwa bayi tidak mampu menempel payudara Ibu dengan baik. Kathy merekomendasikan untuk mengamati enam atau lebih popok basah setiap hari pada akhir minggu pertama, dan juga warna kotoran bayi dari gelap ke kuning yang diharapkan jika bayi telah disusui secara eksklusif.

7. Bayi sepertinya susah payah ketika disusui

Jika Ibu telah menduga ada yang tidak beres dengan cara bayi menyusu, berkonsultasilah dengan dokter anak atau konsultan. Mereka dapat membantu memperbaiki kemunduran yang terjadi pada bayi akhir-akhir ini dan bisa mengembalikan hubungan menyusui Ibu kembali normal.
“Banyak bayi memiliki masalah dalam kemampuan menempel dan menyedot payudara lebih dari dua minggu. Kunjungan ke konsultan laktasi dapat membimbing dan mendukung Ibu untuk bisa melalui minggu-minggu awal itu, ” saran Kathy. (Nakita.id)

Leave a Reply

*
Back to Top
Back to Previous Page